Pasang Widget Dapat Dollar

Bagi sebagian orang, mungkin widget dipasang hanya untuk menghiasi blog. Tetapi sekarang, widget dapat digunakan untuk lahan pencari uang. Mau tahu caranya??? Klik disini.

Increase Page Rank for Blogger in No Time !

External links - Jquery You want to Increase Page Rank for Blogger or your site in no time ? Ok ,perfect ! All those what you have found from tips and tricks about SEO and Ranking may work ,but have you came across the tips which I found ?

All you need to try it here you wont be sorry ! go try it GUMGUM :) visit my another explained post about this tips about ranking

What is Twitter ,how to use it and what for ?

External links - Jquery Twitter is a service for friends, family, and co–workers to communicate and stay connected through the exchange of quick, frequent answers to one simple question: What are you doing?While Twitter may have started as a micro-blogging service, it is grown into much more than simply a tool to type in quick status updates. I often describe Twitter as a cross between blogging and instant messaging, but even that doesn't do it justice.

WHY USE TWITTER ? GO HERE AND READ WHY :)

Hide Blogger Navbar in New Blogger Blogspot !

External links - Jquery Want to get rid of the blogger toolbar in new blogger that just came out of beta ? If you have shifted your blogspot blog from old blogger to the new blogger beta, you may have noticed that the previous CSS code to remove the blogger navbar will no longer be effective. That's because Google now uses different CSS tags to display the blogger bar. [#navbar-iframe instead of #b-navbar] If you want to hide the navbar in your blogger blog, here's what you should do ! (these instructions refer to the "new" Blogger layouts templates) GO GET IT GUMGUM:)

Super Sexy Bookmarks Widget for Blogger !

Thumbnail image that says sleek button using photoshop that links to a Photoshop tutoril. Looking for professional Social Bookmark Buttons for your blog ! me too :) however, while i was searching the net too, I came across a post by Naeemnur, that had instructions for Blogger (BlogSpot.com) based blogs which was really good.If you have a blog on blogger you can definitely give this a try.

Its very attractive social bookmarking widget ! it can help you to let your visitors bookmark your page effectively .

for instructions about the use of this SEXY Social bookmarking widget ! you can go here and get it GUMGUM:)

Kamis, 07 Januari 2010

APA YANG PERLU DILAKUKAN BAGI ORANG YANG BERDOSA ?

مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُوْرَ،

ثُمَّ يَقُوْمُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللهَ إِلاَّ غَفَرَ اللهُ لَهُ.

Tidaklah seorang hamba melakukan suatu perbuatan dosa, lantas berwudhu dengan sempurna kemudian berdiri dan melakukan shalat dua ra’kaat, kemudian membaca istighfar mohon ampunan kepada Allah, melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya.

HR. Abu Dawud 2/86, At-Tirmidzi 2/257 dan Al-Albani berpendapat bahwa hadits tersebut shahih dalam Shahih Abu Dawud 1/283

Allah berfirman:

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ

وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS. Ali 'Imran: 135)

Ibnu Taimiyyah berkata:
Shalat Taubat ini boleh dikerjakan kapan juga, bahkan sampai pada waktu-waktu yang dilarang mengerjakan shalat, karena taubat wajib dilakukan dengan segera, dan pelakunya disunnahkan untuk mengerjakan dua rakaat.
(Fataawaa Syaikhil Islam (xxiii/215)
Sumber: Pustaka Iman Syafi'i

Ayo!! gabung di group "Jalan KEBENARAN"/disana kamu bisa mendapatkan artikel2 isalmi yg menarik.

Sebab-sebab kerasnya hati


Ibnu al-Qayyim rahimahullah mengatakan dalam kitabnya Bada’i al-Fawa’id [3/743], “Tatkala mata telah mengalami kekeringan disebabkan tidak pernah menangis karena takut kepada Allah ta’ala, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya keringnya mata itu adalah bersumber dari kerasnya hati. Hati yang paling jauh dari Allah adalah hati yang keras.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdoa kepada Allah agar terlindung dari hati yang tidak khusyu’, sebagaimana terdapat dalam hadits, “Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari hawa nafsu yang tidak pernah merasa kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan.” (HR. Muslim [2722]).

Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir radhiyallahu’anhu, dia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah keselamatan itu? Apakah keselamatan itu?”. Maka Nabi menjawab, “Tahanlah lisanmu, hendaknya rumah terasa luas untukmu, dan tangisilah kesalahan-kesalahanmu.” (HR. Tirmidzi [2406], dia mengatakan; hadits hasan. Hadits ini disahihkan al-Albani dalam Shahih at-Targhib [2741]).

Abu Sulaiman ad-Darani rahimahullah mengatakan [al-Bidayah wa an-Nihayah, 10/256], “Segala sesuatu memiliki ciri, sedangkan ciri orang yang dibiarkan binasa adalah tidak bisa menangis karena takut kepada Allah.”

Di antara sebab kerasnya hati adalah :

* Berlebihan dalam berbicara
* Melakukan kemaksiatan atau tidak menunaikan kewajiban
* Terlalu banyak tertawa
* Terlalu banyak makan
* Banyak berbuat dosa
* Berteman dengan orang-orang yang jelek agamanya

Agar hati yang keras menjadi lembut
Disebutkan oleh Ibnu al-Qayyim di dalam al-Wabil as-Shayyib [hal.99] bahwa suatu ketika ada seorang lelaki yang berkata kepada Hasan al-Bashri, “Wahai Abu Sa’id! Aku mengadu kepadamu tentang kerasnya hatiku.” Maka Beliau menjawab, “Lembutkanlah hatimu dengan berdzikir.”

Sebab-sebab agar hati menjadi lembut dan mudah menangis karena Allah antara lain :

* Mengenal Allah melalui nama-nama, sifat-sifat, dan perbuatan-perbuatan-Nya
* Membaca al-Qur’an dan merenungi kandungan maknanya
* Banyak berdzikir kepada Allah
* Memperbanyak ketaatan
* Mengingat kematian, menyaksikan orang yang sedang di ambang kematian atau melihat jenazah orang
* Mengkonsumsi makanan yang halal
* Menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat
* Sering mendengarkan nasehat
* Mengingat kengerian hari kiamat, sedikitnya bekal kita dan merasa takut kepada Allah
* Meneteskan air mata ketika berziarah kubur
* Mengambil pelajaran dari kejadian di dunia seperti melihat api lalu teringat akan neraka
* Berdoa
* Memaksa diri agar bisa menangis di kala sendiri

[diringkas dari al-Buka' min Khas-yatillah, hal. 18-33 karya Ihsan bin Muhammad al-'Utaibi] www.abu0mushlih.wordpress.com

Dapatkan kiriman artikel2 menarik dgn bergabung di Group "Jalan KEBENARAN" (Islamic center Muadz Bin Jabal)

Dia Mati di Lantai Dansa

Ada seorang biduanita jatuh mati di lantai dansa. Laa haula wa laa quwwata illaa billah (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).

Saya akan bercerita kepada anda tentang sebuah kisah nyata yang terjadi beberapa minggu lalu…..

Suatu malam, telah berlangsung sebuah pesta pernikahan di salah satu gedung hiburan kira-kira 6 atau 7 minggu yang lalu.

Di sanalah wanita tersebut diundang. Ia mulai berdansa dan menari mengikuti irama lagu hingga selama beberapa jam. Dia memakai gaun hanya beberapa potong kain saja yang menutupi beberapa bagian tubuhnya…

Dia berbusana namun telanjang. Kita berlindung kepada Allah dari keadaan yang demikian itu…..

Wanita itu terus berdansa dan menari hingga akhirnya dia jatuh pingsan di atas panggung sebelum kedua mempelai itu datang.

Para undangan wanita berusaha keras untuk menyadarkannya, akan tetapi tidak ada faedahnya. Lalu salah seorang teman perempuan pedansa yang diundang itu maju ke panggung dan berkata, “Aku tahu bagaimana menyadarkannya. “Tambahkanlah musik dan gendang di sekitar kedua telinganya, maka ia akan bangkit dan sadar…”

Maka mereka pun menambah suara musik di sekitarnya selama beberapa menit, akan tetapi tetap saja tidak berguna…

Lalu sebagian undangan wanita memeriksanya, dan mereka mendapatinya telah mati!!!

Mereka pun segera menutupinya. Namun terjadi sesuatu yang mengejutkan yang belum pernah dibayangkan oleh seorang pun…

Aduhai, betapa dahsyatnya….

Mayat itu tersingkap!!

Kain penutup yang digunakan untuk menutupinya tidak dapat menyelimuti tubuhnya. Kain penutup itu terbang setiap kali mereka berusaha untuk menutupi jasadnya, kain itu tersingkap naik ke atas dari salah satu sisinya. Sesekali kain penutup itu tersingkap dari arah dada, dan sesekali dari arah kedua paha, dan sesekali pula dari arah kepala dan kaki. Demikianlah seterusnya…..

Di tengah-tengah kejadian itu sebagian undangan wanita mengutus seseorang untuk memanggil suami wanita tersebut…

Mereka berusaha untuk menutupinya dengan kain penutup, akan tetapi tidak ada manfaatnya. Setiap kali mereka menutupinya, maka terbanglah kain penutup itu dari atasnya. Keadaan seperti itu terus berlangsung di tengah-tengah ketakutan para pengunjung wanita.

Beberapa saat kemudian, suaminya pun hadir dan dengan segera berusaha menutupi tubuh istrinya dengan kain mantelnya. Dia memegang satu ujung kain penutup itu, tetapi terangkatlah ujung yang lainnya. Ia memegang ujung yang lain, lalu ujung yang keempatnya terangkat. Keadaan seperti itu terus berlangsung sampai mereka meng-angkat wanita tersebut untuk dimandikan dan dikubur.

Kejadian yang mengejutkan kedua terjadi ketika mayat wanita itu dimandikan.

Demikianlah, hal itu terjadi pula pada kain kafan. Tatkala mereka meletakkan kain kafan di atasnya, maka terangkatlah ia dan menyingkap. Mereka berusaha berulang kali, namun tanpa faedah…..

Kerabat-kerabatnya yang hadir pada saat itu bertanya kepada salah seorang undangan tentang masalah ini dan dijawab,

“Dia dikubur sebagaimana adanya……”

Itulah bagiannya, dan itulah dunia yang ia usahakan. Kita berlindung kepada Allah dari hal itu. Maka ia pun dikubur sebagaimana halnya……. dengan telanjang.

Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun (Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya lah kita akan kembali).

DiSalin dari : Saudariku, Kapan Kembali ke Jalan Tuhanmu?, Ummu Abdillah, Pustaka elba 2008

http://oryza.or.id/2009/07/dia-mati-di-lantai-dansa/

(Sambungan)....."Renungan untuk kita"

Ibnul Muthahhir Al-Hulli, berkata dalam bukunya “Amma Ba’du, risalah yang mulia dan manakala yang menyentuh ini mencantumkan tuntutan TERPENTING dalam hukum Islam dan termasuk maslaha kaum muslimin yang PALING AGUNG, yaitu masalah imamah. Hanya melalui masalah itulah derajat yang mulia dapat diraih. Masalah imamah TERMASUK salah satu rukun iman, yang meruoakan sebab dapat kekal di dalam surga serta dapat terhindar dari murka ALLOH (Minhajus Sunnah I/20).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah membantah ucapan di atas, beliau berkata : “Sesungguhnya yang berpendapat bahwa maslah ‘imamah’ adalah tuntutan yang paling urgen di dalam hukum Islam dan merupakan masalah kaum muslimin yang paling mulia adalah DUSTA BELAKA berdasarkan ijma kaum muslimin, baik dari kalangan Ahlu sunnah maupun kalangan Syi’ah. Bahkan pendapat seperti itu adalah kekufuran. Sebab masalah iman kepada Alloh dan Rosul-Nya lebih penting dari pada masalah ‘imamah’. Hal itu sudah sangat dimaklumi di dalam dienul Islam. Seorang kafir tidak akan menjadi seorang mukmin hingga ia bersyahadat Laa Ilaaha Illallaahu wa Anna Muhammadan Rasulullah. Atas dasar itulah Rosulullah SAW memerangi kaum kafir. (Minhajus Sunnah An-Nabawiyyah I/16)

Syaikh Rabi’ bin Hadi menyimpulkan: “Anda dapat melihat, alim ulama menggolongkan masalah ini dalam masalah furu’. Masalah ‘imamah’ tidak lebih hanyalah wasilah (bukan tujuan utama) yang berfungsi sebagai pelindung dienul Islam dan pengatur urusan dunia. Apakah layak masalah ‘imamah yang diperbolehkan dalil wajibnya tsb dikatakan sebagai “tujuan dien yang hakiki”, “ kewajiban utama para nabi” dan ungkapan-ungkapan lainnya yang berlebihan? Yang membesar-besarkan masalah itu lebih dari ukurannya? Lalu meremehkan masalah aqidah dan prinsip-prinsip dien lainnya? (Manhajul Anabiya’ fid Da’wati Ilallah hal:155)

Ya ikhwan wa akhwat yang senantiasa menjaga tingkah lakunya……………..sering pikiran kita diserang dng pertanyaan-pertanyaan yg membingungkan, kecuali kalau kita sudah mempunyai dasar yg kuat. Seperti: AQIDAH TAUHID TERLEBIH DAHULU ATAUKAH KEKUASAAN?

Tentu saja, aqidah yang benar adalah jaminan kemenangan umat yang mulia ini. Dapat kita teladani gambaran dari masyarakat Madinah yang dibina langsung oleh Rosulullah SAW. Dalam riwayat Mu’awiyah bin Al Hakam As-Sulami disebutkan bahwa Rosulullah pernah bertanya: “Dimana Alloh?” kepada seorang budak wanita yang sehari-harinya menggembalakan kambingnya di Jawwaniyah. Ternyata budak wanita tsb dapat menjawab dengan tepat tanpa ada satu titik keraguanpun. Artinya adalah keyakinan dan aqidah seperti itu sudah merata di kota Madinah, hingga seorang budak wanita yang sehari-harinya menggembalakan kambing jauh di luar kota juga mengetahuinya.

Dengan masyarakat seperti itulah agama Islam mencapai kejayaannya. Hingga daulah mereka terbentang dari Andalusia sampai ke negeri China. Benarlah janji Alloh dalam surat An-Nur:55 : “Dan Alloh telah berjanji kepada orang-orang yg beriman diantara kamu dan mengerjakan amal sholeh, bahwa Dia akan bersungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimanaa Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Dan sungguh Dia akan menegakkan bagi mereka agama yg telah diridhoi-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukarkan keadaan mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa tetap kafir sesudah janji itu , maka mereka itulah orang-orang yang fasiq”

Sekarang kita lihat kondisi umat Islam sekarang ini, terutama di sekitar kita -Indo dan sekitarnya- apakah mereka mengetahui masalah aqidah yang sederhana tadi? Cukup realita yang menjawabnya! Padahal dalam ayat lain Alloh berfirman: “Maka jika mereka kepada apa yang telah beriman kepadanya, sungguh mereka mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka dalam permusuhan(dengan kamu). Maka Alloh akan memelihara kamu dari mereka. Dan dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah:137)

Wahai akhi wa ukhti sekalian………
Berpaling dari aqidah yg benar adalah sumber perpecahan, permusuhan, dan pertikaian. Jelaslah bahwa JALAN menuju kejayaan umat adalah dengan memperbaiki aqidah mereka terlebih dahulu dari noda-noda syirik. Karena itu kita harus memulainya dengan meluruskan aqidah terlebih dahulu, mendidik generasi berikutnya atas dasar aqidah yg benar, sehingga terwujud suatu generasi tahanuji dan sabar dalam menghadapi berbagai cobaan, sebagaimana yg terjadi pada generasi awal Islam. (Minhajul Firqatun Najiyah, Syaikh Muhammad Jamil Zainu)

Dari uraian di atas dapatlah kita simpulkan bahwa para nabi tidaklah diutus untuk menumbangkan satu daulah dan menegakkan daulah lainnya. Mereka bukanlah pengejar kekuasaan dan bukan pula termasuk orang yangberlomba-lomba merebutnya. Mereka jauh dari INTRIK-INTRIK POLITIK yang menyimpang. Mereka hanyalah membawa hidayah bagi alam semesta, menyelamatkan umat manusia dari kesesatan bid’ah dan syirik, mengeluarkan umat manusia dari alam kegelapan kepada cahaya yang terang benderang. Serta memperingatkan umat manusia dari murka Alloh.

Ya para pecinta Qur’an yg senantiasa membacanya…….
Kita semua pasti tahu melalui sirah para nabi, meskipun kekuasaan disodorkan kepada mereka, pastilah mereka tolak. Padahal bisa saja mereka menerimanya lalu memerintahkan para pengikutnya untuk menaatinya, tapi mengapa tidak? Karena mereka tetap memilih, mereka tetap konsisten di atas jalur da’wah kepada jalan Alloh. Sebagaimana tawaran kaum kafir Quraisy kepada Rosulullah SAW yg secara tegas beliau tolak. Pernah juga ditawarkan kepada beliau apakah suka menjadi nabi merangkap raja ataukah menjadi seorang hamba dan rosul. Beliau lebih memilih menjadi seorang jamba dan rosul. Diriwatkan dari Abu Hurairah, ia berkata: “Malaikat Jibril ''alaihi sallam. Pernah menemui Rosulullah Shalallhu ''Alaihi Wa Sallam. Kemudian ia menatap langit, ternyata seorang malaikat sedang turun. Malaikat Jibril ''alaihi sallam. berkata “ Wahai Muhammad, Alloh telah mengutusku kepadamu, Dia memberimu pilihan:’apakah engkau suka menjadi seorang nabi marangkap raja ataukah seorang hamba dan rosul?” Malaikat Jibril as. berkata kepada Rosulullah SAW “bersikap tawadhu’lah terhadap Rabbmu!” Rosulullah SAW akhirnya menjawab: “Aku lebih senang menjadi seorang hamba dan Rosul!” (H.R. Ahmad II/231)

Ya akhi wa ukhti rahimakumullah………..
Telah begitu jelas petunjuk serta jalan dan contoh yg telah dijelaskan Alloh melalui para nabi-Nya. Kalau boleh ana buat perumpamaan, makanan yg lezat, mengenyangkan lagi bergizi tinggi telah dihidangkan kepada kita, kita tinggal memakannya tanpa bersusah payah tapi mengapa kita malah berpaling? Mengapa kita malah mengorek-orek tong sampah untuk mencari makanan yg tidak jelas sumbernya, yg kotor lagi membuat celaka? Itulah perumpamaan bagi orang-orang ahlu bid’ah, ahlu hawa yang senantiasa mengacaukan pemikiran serta menyesatkan orang muslim dari jalan yg lurus.

Demikianlah sikap seorang ahlus sunnah terhadap setiap masalah, senatiasa mencari solusinya dari apa yg terdapat dalam Kitabullah dan Sunnah Rosulullah Shalallahu ''Alaihi Wa Sallam.

Ikhwan wa akhwat fillah, akhirnya marilah kita berdoa dan mengharap kepada Alloh, agar kita diberi kekuatan hati serta iman dalam menghadapi berbagai cobaan dan tantangan. Semoga dengan demikian kita termasuk ke dalam golongan Ath-Thaifah Al-Manshurah, golongan Al-Firqotun Najiyah, ahlu ittiba’, ahlu atsar yang senantiasa mencontoh jejak Rosulullah Shalallahu ''Alaihi Wa sallam serta para shahabatnya.

Jazakumulloh khoiron atas perhatian antum semua.
Wallahu Waliyyut Taufiq


(Dirangkum dari Majalah As-Sunnah 10/IV/1421, hal 22-29)

Maraaji’ :
1. Al-Qur’an Al-Karim
2. Ahkamus Sunthaniyyah: Al-Mawardi
3. Minhajus Sunnah An-Nabawiyyah: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
4. Fathul Bari : Ibnu Hajar Al-Asqolani
5. Madarikun Nazar : Abdul Malik Ar-Ramadani
6. Minhajul Anbiyaa’ fid Da’wati Ilallah : Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali

Renungan untuk Kita

Para rosul diutus oleh Alloh Ta’ala, semenjak terjadinya kemusyrikan pertama kali terjadi di muka bumi ini. Kemudian secara beriringan Dia mengutus para rasul dan nabi yang lainnya.
Semua dengan tujuan yang sama, yaitu mengesakan Alloh di dalam dan menjauhi kemusyrikan:

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul kepada setiap umat (untuk menyerukan):’Beribadahlah kepada Alloh saja dan jauhilah thoghut (apa saja yang disembah selain Alloh)’”. (An-Nahl:36)

Semuanya dengan wahyu yang sama, yaitu mengesakan Alloh di dalam ibadah dan menjauhi thoghut serta kemusyrikan: “Dan Kami tidak mengutus seorang rosulpun sebelummu, kecuali Kami wahyukan kepadanya: Bahwasananya tidak ada Ilah (yang haq) kecuali Aku. Maka beribadahlah kepada-Ku”. (Yusuf:25)

Semua berada pada jalan yang sama, yaitu memulai da’wah untuk mengesakan Alloh di dalam ibadah dan menjauhi kemusyrikan: “Wahai kaumku, beribadahlah kepada Alloh, kamu sekali-kali tidak mempunyai Ilah (sesembahan) selain-Nya” (Al-A’raf:59,65,73,85)

Memang jin dan manusia diciptakan hanyalah untuk mengesakan Alloh dalam beribadah dan menjauhi kemusyrikan. Alloh berfirman: “ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku” (Adz-Dzariyat:56)

Itulah hikmah diutusnya para rosul.
Itulah inti diutusnya para rosul.
Itulah jalan para rosul.
Itulah tujuan da’wah para rosul.
Dan itulah semestinya tujuan da’wah para pengikut para rosul.

Ya akhi wa akhwat pencinta Al-Qur’an…………
Kalau memang demikian jelas dan gamblang masalah ini, mengapa muncul ide-ide dan suara-suara yang tidak seirama. Ada orang yang mengatakan : Mungkin telah jelas kepada anda dari tulisan-tulisan dan buku-buku kami, bahwa tujuan terakhir yang kita tuju dari perjuangan ini adalah mengadakan revolusi kepemimpinan. Yang kami maksudkan adalah bahwa apa yang ingin kita raih di dunia ini adalah membersihkan bumi persada dari noda-noda kepemimpinan orang-orang fasiq dan durhaka, dan kita tegakkan di dunia ini sistem pemerintahan yang shalih dan lurus. Maka usaha dan perjuangan yang berkesinambungan inilah yang kami anggap sebagai sarana yang terbesar dan tersukses untuk meraih ridha Alloh dan emncari pahala melihat Wajah-Nya yang tertinggi di dunia dan akherat.(Al-Ususul Akhlaqiyah Lil Haraqah Al-Islamiyah, hal 16)

Sangat disayangkan perkataan seperti inilah yang laris di kalangan pemuda yang bersemangat sangat tinggi, dan mereka menganggapnya sebagai kebenaran. Orang yang tidak seide dengan mereka tidak dianggap melakukan perjuangan dan amal untuk Islam yang sebenarnya!

Padahal: ‘Mungkin antum sendiri, yang bijaksana lagi faham, yang hafal Al-Qur’an dan membacanya di waktu malam dan penghujung siang serta memperhatikan sepak terjang da’wah para rosul semenjak yang pertama sampai yang terakhir, tidak mengetahui bahwa inilah tujuan para nabi yang mereka perjuangkan. Dan tidak mengetahui bahwa usaha dan perjuangan tersebut merupakan sarana terbesar dan tersukses meraih ridha Alloh dan mengharap pahala melihat Wajah-Nya. Bahkan ( sebenarnya) sarana terbesar dan tersukses untuk meraih ridha Ar-Rabb adalah mengikuti jalan da’wah para rosul dan meniti langkah mereka di salam membersihkan bumi dari kerusakan dan kemusyrikan, dan juga sarana yang terbesar adalah Islam dan Iman beserta rukun-rukunnya yang telah dikenal.” (Manhajul Anbiya’ Fid Dakwah Illah, hal:140, syeikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali).

Demikian juga yang mengatakan : “ Tujuan agama yang sebenarnya adalah menegakkan sistem pemerintahan yang shalih dan lurus” (Al-Ususul Akhlaqiyah, hal:22).
Perkataan ini tidak memiliki sanad, “Karena sesungguhnya tujuan agama yang sebenarnya adalah tujuan penciptaan jin dan manusia, dan tujuan diutusnya para rosul serta diturunkannya kitab-kitab adalah ibadah kepad Allah serta mengikhlaskan ketundukkan kepada-Nya”(Manhajul Anbiya; Fid Dakwah Ilallah, hal:144, Syeikh Rabi’ bin Hadi Al-Mandkhali)

Wahai akhi wa ukhti tercinta………..
Permasalahan POLITIK sering kali dikaitkan dengan masalah IMAMAH/KEKUASAAN, dimana memang selalu menarik untuk dibicarakan. Seiring tabiat manusia yang suka terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kekuasaan.Tidak syak lagi, bahwa masalah tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak permasalahan dalam dien yang mulia ini. Namun amat disayangkan, sebagian orang/kelompok menyikapi masalah “kekuasaan” ini secara berlebihan .Mereka manganggap masalah POLITIK serta kroni terdekatnya-KEKUASAAN- adalah perkara yang paling urgen sekarang ini, bahkan mereka menganggap kekhalifahan merupakan solusi satu-satunya untuk mengentaskan seabrek problematika yang tenganh menimpa umat Islam ini.

Sedang di lain pihak, mereka memandang rendah orang-orang yang berusaha menjauhkan diri dari lumpur jerat dosa politik, khususnya Ahlu sunnah wal jama’ah. Ahlu sunnah wal jamaah merupakan kelompok extrim, mereka hanya ngurus soal aqidah melulu, mereka adalah pemecah belah umat mereka adalah……(dsb…..dsb)…..segunung “gelar” mereka sandangkan ke Ahlu sunnah wal jamaah. APA BENAR DEMIKIAN?

Untuk menjawab masalah tersebut, kita perlu menilik kembali sirah da’wah Rosulullah SAW. Kita bersama sudah sepakat untuk bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah SESUAI dengan pemahaman generasi umat ini, generasi para shahabat. BUKAN berdasarkan dengan analisa akal atau perasaan yang bersifat nisbi dan spekulatif.

Beberapa pandangan alim ulama tentang imamah:
Imam Abul Hasan Al-Mawardi: “Imamah ditegakkan sebagai salah satu sarana untuk meneruskan Khilafatun Nubuwwah dalam rangak memelihara dien dan mengatur urusan dunia. Menegakkannya di tengah-tengah umat adalah wajib berdasarkan ijma’ bagi yang berwenang untuk itu, meskipun Al-Asham menyelisihi ijma tersebut. Kemudian yang diperselisihkan adalah, apakah hal itu wajib berdasarkan syar’I atau berdasarkan akal?”

Sebagian ulama berkata: “Wajib berdasarkan akal! Sebab secara tabiat, orang yg berakal pesti menyerahkan urusan mereka kepada seorang pemimpin yg dapat melindungi mereka dari tindak kedholiman.

Seorang penyair bernama Al-Afwah Al-Audi berkata:
Urusan manusia akan hancur berantakan bila tanpa pemimpin.
Dan tidak ada gunanya pemimpin,
Jika orang-orang bodoh yg menguasainya.

Sebagian yg lain berpendapat: “Wajib berdasarkan dalil syar’i bukan dengan akal. Sebab seorang imam berkewajiban menerapkan hukum-hukum syari’at. Telah dibuktikan dengan akal itu sendiri bahwa saran ibadah tidak mungkin ditetapkan dengan logika. Oleh karena itu, akal bukanlah faktor yg mewajibkannya.”

Dengan demikian, telah ditetapkan wajibnya mengangkat seorang imam status wajibnya adalah wajib kifayah, seperti halnya jihad, menuntut ilmu, dll.(ahkamus Sulthaniyah hal 5-6). Jadi hal ini termasuk FIQH yang tercantum dalam buku-buku fiqh beserta syarat-syaratnya. BUKAN termasuk masalah ushuludin apalagi rukun Islam. Masalah tsb tercantum dalam buku-buku furu’(fiqh) yg sangat mungkin timbul perbedaan pendapat.

Bahkan mengangkat masalah imamah lebih dari yg semestinya serta berlebih-lebihan dalam mempropagandakannya termasuk dasar agama SYI’AH RAFIDHAH.

KESABARAN

1. PENGERTIAN

Kesabaran merupakan salah satu akhlak islam yang paling utama & wajib. Dalam struktur keimanan kesabaran adalah kepalanya. Hanya mereka yg m’dpt karunia & rahmat Allah yg mampu bersabar.
Dalam bhs. arab sabar artinya menahan. Sedangkan secara terminologis sabar artinya menahan diri dr marah & benci, menahan lisan dr mengeluh serta menahan tubuh dr tdk merusak. [ Ithaf al-Sadah al-Muttaqin ].

2. AYAT-AYAT TENTANG KEUTAMAAN SABAR

Allah ‘azza wa jalla berfirman:

* “Telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yg baik ( sbg janji ) untuk Bani Israel disebabkan kesabaran mereka.” (Qs.Al-‘araf:137)

* “Sesungguhnya hanya orang-orang yg bersabarlah yg dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Qs.Al-Zumar:10)

* “Dan bersabarlah sesungguhnya Allah beserta orang-orang yg sabar.” (Qs.Al-anfal:46)

* “Sesungguhnya Kami akan member balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Qs.An-Nahl:96)


3. HADIST TENTANG KEUTAMAAN SABAR

* Diriwayatkan dari Shuhaib al-Rumi bhw Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh menakjubkan kehidupan seorang mukmin! Segala persoalan yang ada dihadapannya adl baik. Tdk ada seorangpun yg dapat melakukan itu selain mukmin. Bila diberi kebaikan, ia bersyukur. Maka, cobaan itu baik untuknya. Bila diberi kesusahan ia bersabar. Maka cobaan itu baik untuknya.” (HR. MUSLIM)

* Diriwayatkan dari Abu Malik al-Asy’ari bhw Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Kebersihan adl sebagian iman. Ucapan al-hamdulillaah bisa memberatkan timbangan kebaikan. Pahala ucapan subhanallaah wa al-hamdulillaah seluas langit dan bumi. Shalat adl cahaya sedekah adl bukti. Sabar adl sinar.” (HR. BUKHARI)

* Diriwayatkan dari Mahmud ibn Labid bhw Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Jika menyukai sebuah kaum Allah memberinya cobaan. Siapa yg sabar akan mendapatkan kesabaran Allah, dan siapa yg marah akan mendapatkan kemarahan Allah.” (HR. IMAM AHMAD)


4.UCAPAN ULAMA TENTANG MAKNA KESABARAN

* Kesabaran adl berani menelan sesuatu yang pahit tanpa cemberut.

* Kesabaran adl membiasakan jiwa untuk menahan kebencian.

* Kesabaran adl sikap tegar bersama Allah dan mau menerima cobaan-Nya dgn hati lapang.

* Kesabaran adl sikap teguh menjalankan hukum-hukum dari Al-Qur’an dan Sunnah.


5. UCAPAN ULAMA TENTANG KEUTAMAAN SIKAP SABAR

* Beranilah untuk bersabar! Bila sikap sabar membuatmu mati maka matimu adl mati syahid. Bila sikap sabar membuatmu hidup maka hidupmu adl mulia.

* Sabar karena Allah adl kekayaan. (dinukil dr Tahdzib Madarij al-salikin dgn sdikit perubahan redaksi)

* Abu Darda berkata,”Mutiara iman adl sabar menjalankan hokum dan rida menerima takdir. (Ithaf al-Sadah al-Muttaqin)

* Ketika menafsirkan firman Allah, Dan kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang member petunjuk dgn perintah Kami ketika mereka sabar, Sufyan bin Uyaynah (w.198) berkata, “ Mereka mengambil sikap utama ( sabar ) maka Allah menjadikan mereka orang2 utama (menjadi pemimpin).”

* Sabar menghadapi kesulitan akan berubah keuntungan.
* Bersabarlah, wahai hamba yg berakal! Siapa tahu dgn sabar engkau beruntung. Ingatlah di balik setiap peristiwa menyedihkan terdapat kebahagiaan.

* Sabar akan berubah kebahagiaan. Siapa yg mengharap Allah dlm segala hal, akan selamat. Siapa yg mengharap Allah, tdk akan celaka dan segala yang diharap dari Allah akan diterimanya.

Wallahu'alam bish showab
----------
Sumber :
Buku “Petunjuk Nabi Agar Hatimu lebih Cerdas Lebih Ikhlas! Meraih Qalbun salim dgn Ibadah Hati”. Diterjemahkan dari Al-‘Ibadat al-Qalbiyya, karangan Muhammad Musa al-Syarif.

Senin, 04 Januari 2010

(dibalik fenomena facebook)

Ketika Iffah mulai luntur
buat saudaraku dimanapun kau berada...
semoga bermanfaat...

***********************************************************************
Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari. Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa. Ketika seorang celebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasei yang ditunggu-tunggu ...’siapa calon bapak si jabang bayi?’

Ada khabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang celebrities yang belum resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama pria lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.

Wuiih......mungkin kita bisa berkata ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi.Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.

Wuiiih......ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya apapun diketahui orang, dikomentarin orang bahkan mohon maaf ....’dilecehkan’ orang, dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.

Fenomena itu bernama facebook, setiap saat para facebooker meng update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya. Lihat saja beberapa status facebook :

*
Seorang wanita menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya.....?”------kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan “mau ditemanin? Dijamin puas deh...”

*
Seorang wanita lainnya menuliskan “ Bangun tidur, badan sakit semua, biasa....habis malam jumat ya begini...:” kemudian komen2 nakal bermunculan...

*
Ada yang menulis “ bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi....”, ----kemudian komen2 pelecehan bermunculan

*
Ada pula yang komen di wall temannya “ eeeh ini si anu ya ...., yang dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu....” ----lupa klu si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis

*
Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya “habis minum jamu nih...., ada yang mau menerima tantangan ?’----langsung berpuluh2 komen datang

*
Ada yang hanya menuliskan, “lagi bokek, kagak punya duit...”

*
Ada juga yang nulis “ mau tidur nih, panas banget...bakal tidur pake dalaman lagi nih”

*
Dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen dari lainnya

Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.

Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan.

*
Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru sj di upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana pendek.....padahal sebagian besar yg didalam foto tersebut sudah berjilbab

*
Ada seorang karyawati mengupload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman2 prianya bergandengan dengan ceria....

*
Ada pula seorang pria meng upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang

Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah...., yaitu Muhammad, Rasulullah kepada umatnya. Seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya. Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah “ Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?” maka Istri tercinta, sang humairah, sang pipi merah Aisyah menjawab “ Rasul, kekasih hatiku, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini”. Rasul dengan senyum teduhnya berkata “baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini”. Tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah rasulullah....

Ingatlah Abdurahman bin Auf mengikuti Rasulullah berhijrah dari mekah ke madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian rumahnya, maka abdurahman bin auf mengatakan, tunjukan saja saya pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana Rasulullah, bersabda, “Malu itu sebahagian dari iman”. (Bukhari dan Muslim).

Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam, hegemoni ‘kesenangan semu’ dan dibungkus dengan ‘persahabatan fatamorgana’ ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang Malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga.

Dan Rasulullah menegaskan dengan sindiran keras kepada kita “Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (Bukhari). Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang semestinya dibuang saja atau disimpan rapat.

Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya oleh Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter inqilabiyah – tershibghoh, tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah, hatinya teriris melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai sahabat.

Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu, mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.

Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan ‘kesenangan’, ‘gurauan’ membuat Iffah kita luntur tak berbekas.

***********************************************************************
mohon kiranya untuk men-tag ataupun men-sharing artikel ini dengan orang yang Anda kasihi demi kebaikan kita bersama.

terima kasih.


 

TEMPLATES AND HACKS

Blog Kita Bersama Copyright © 2009 REDHAT Dashboard Designed by SAER